![]() |
| Ilustrasi tampilan fitur kunci akses passkey dan pembaruan terbaru aplikasi Telegram di smartphone. |
JAKARTA - Telegram resmi merilis pembaruan aplikasi dengan sejumlah fitur baru yang langsung bisa dinikmati pengguna di seluruh dunia.
Pembaruan ini diperkenalkan oleh tim pengembang Telegram pada pekan ini dan sudah tersedia untuk semua pengguna di berbagai platform.
Fitur utama yang diperkenalkan meliputi dukungan kunci akses atau passkey, opsi baru dalam jual beli hadiah digital, serta kemampuan menambahkan audio ke fitur Stories.
Peluncuran ini dilakukan untuk meningkatkan keamanan akun, memperluas fungsi ekonomi digital di dalam aplikasi, serta memperkaya pengalaman berbagi konten.
Dalam pengumumannya, Telegram juga menyelipkan sindiran halus kepada aplikasi pesan instan Max yang kerap dijadikan bahan meme oleh warganet, khususnya terkait isu konektivitas dan keandalan layanan.
![]() |
| Telegram Rilis Fitur Baru Akses Lebih Aman hingga Sindiran Halus ke Max. [Gambar: Telegram] |
Dengan pembaruan ini, Telegram menegaskan posisinya sebagai salah satu aplikasi pesan instan yang paling agresif berinovasi, baik dari sisi teknologi maupun pengalaman pengguna.
Salah satu fitur yang paling banyak dibicarakan adalah dukungan kunci akses atau passkey sebagai metode login.
Telegram kini memungkinkan pengguna membuat kunci akses kriptografis langsung di perangkat mereka untuk masuk ke akun tanpa perlu lagi memasukkan kode verifikasi yang dikirim lewat SMS.
Kunci akses ini dapat digunakan melalui PIN perangkat atau autentikasi biometrik seperti sidik jari dan pemindaian wajah, tergantung dukungan masing masing perangkat.
Menurut tim Telegram, passkey merupakan salah satu metode autentikasi tercepat dan paling aman saat ini karena tidak bergantung pada jaringan seluler atau pesan singkat.
![]() |
| Telegram Rilis Fitur Baru Akses Lebih Aman hingga Sindiran Halus ke Max. [Gambar: Telegram] |
Dalam keterangan resminya, pengembang Telegram menyebutkan bahwa fitur ini bekerja selalu dan di mana saja, bahkan di dalam lift parkiran.
Pernyataan tersebut langsung dianggap sebagai sindiran terhadap meme populer yang menyebut aplikasi pesan instan tertentu sering bermasalah dengan koneksi.
Untuk mengaktifkan fitur ini, pengguna dapat membuka menu Pengaturan, lalu masuk ke bagian Privasi dan Keamanan, kemudian memilih Kunci Akses.
Meski demikian, Telegram tetap menyarankan pengguna untuk tidak langsung melepas kartu SIM mereka.
Akun Telegram masih wajib terhubung dengan nomor telepon aktif sebagai identitas utama, meskipun proses login sehari hari bisa dilakukan tanpa SMS.
Selain soal keamanan, Telegram juga memperbarui fitur hadiah digital yang semakin populer di kalangan pengguna.
Kini, saat melihat koleksi hadiah di profil pengguna lain, seseorang bisa langsung mengajukan penawaran untuk membeli hadiah tersebut menggunakan Stars atau mata uang kripto TON.
Pengguna yang ingin membeli dapat menentukan sendiri harga yang diajukan serta batas waktu penawaran.
Jumlah Stars atau TON yang ditawarkan akan langsung dicadangkan oleh sistem hingga pemilik hadiah menyetujui atau menolak tawaran tersebut.
Jika tawaran ditolak atau masa berlaku habis, saldo akan otomatis dikembalikan ke akun pembeli tanpa potongan.
Telegram juga menambahkan indikator harga yang membantu pengguna menilai apakah tawaran yang diajukan terlalu rendah, wajar, atau justru di atas harga pasar.
Fitur ini dinilai sebagai langkah lanjutan Telegram dalam membangun ekosistem ekonomi digital internal yang semakin matang.
Sejak memperkenalkan Stars dan integrasi TON, Telegram memang semakin serius menjadikan aplikasinya bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga platform transaksi digital.
Pengguna kreator, kolektor hadiah, hingga komunitas berbasis konten kini memiliki lebih banyak cara untuk berinteraksi secara ekonomi langsung di dalam aplikasi.
![]() |
| Telegram Rilis Fitur Baru Akses Lebih Aman hingga Sindiran Halus ke Max. [Gambar: Telegram] |
Pembaruan lainnya yang tidak kalah menarik adalah penambahan fitur audio di Stories Telegram.
Kini, pengguna dapat menambahkan rekaman audio atau musik dari playlist pribadi ke dalam Stories mereka.
Caranya cukup sederhana.
Saat membuat Stories, pengguna tinggal membuka panel stiker, mengetuk ikon suara, lalu memilih file audio dari bagian musik tersimpan.
Fitur ini membuat Stories Telegram semakin mirip dengan konsep yang sudah lebih dulu populer di platform media sosial lain, namun tetap dengan sentuhan khas Telegram.
Pengguna dapat membagikan momen dengan latar suara favorit, rekaman suara pribadi, atau potongan audio tertentu untuk memperkuat pesan visual.
Bagi kreator konten, fitur ini membuka peluang baru untuk berekspresi dan membangun identitas audio visual yang lebih kuat.
Secara keseluruhan, pembaruan ini menunjukkan arah pengembangan Telegram yang konsisten pada tiga hal utama.
Keamanan akun yang semakin ketat dan modern.
Penguatan fitur ekonomi digital berbasis komunitas.
Serta peningkatan pengalaman berbagi konten agar tetap relevan dengan tren global.
Sindiran halus kepada Max juga memperlihatkan bagaimana Telegram tidak segan memanfaatkan budaya internet dan meme untuk memperkuat citra produknya.
Alih alih sekadar merilis fitur teknis, Telegram memilih gaya komunikasi yang santai namun mengena bagi pengguna.
Bagi pengguna awam, pembaruan ini berarti akses akun yang lebih praktis tanpa bergantung pada SMS.
Bagi pengguna aktif dan kreator, fitur hadiah dan Stories audio membuka peluang interaksi yang lebih luas.
Ke depan, banyak pengamat teknologi memprediksi Telegram akan terus memperluas fungsi non chat, termasuk pembayaran, konten premium, dan layanan berbasis blockchain.
Dengan pembaruan ini, Telegram kembali menegaskan bahwa persaingan aplikasi pesan instan tidak lagi hanya soal kirim pesan cepat.
Keamanan, kreativitas, dan ekosistem digital kini menjadi medan utama persaingan.




0 Comments